1.BEKERJA SEHEMAT MUNGKIN UNTUK MENDAPATKAN HASIL TERBAIK
Yahya, cendekiawan asal Turkey menggambarkan dengan detail, cara kerja lebah. Menurutnya,
lebah membangun istananya dengan cara yang sangat teliti dan penuh perhitungan. Kerjasama, kesabaran dan kejelian merupakan modal utamanya.
Kalau kita perhatikan, dalam setiap sarang lebah terdapat ribuan kantong yang semuanya berbentuk segi enam atau heksagonal yang dibuat untuk menyimpan madu. Pernahkah kita berpikir, mengapa lebah membuat kantong-kantong itu berbentuk heksagonal?
Setelah melakukan penelitian, para ahli matematika menemukan jawaban yang sangat menarik. Diantara semua bentuk bangunan geometris, ternyata segi enam adalah bentuk terbaik untuk menyimpan kapasitas terbesar dengan bahan bangunan yang paling hemat
2. BEKERJA SAMA UNTUK SATU TUJUAN
Hal lain yang mengagumkan dari lebah adalah kerja sama mereka dalam membangun kantong-kantong madu. Sekilas kalau di perhatikan,kita akan mengira srang lebah dibangun dengan satu blok dari satu titik. Padahal, mereka membangunnya dari titik-titik yang berbeda-beda. Ratusan lebah menyusun rumahnya dari tiga atau empat titik awal yang berbeda-beda.mereka melanjutkan penyusunan sampai semuanya bertemu di tengah. Tak ada kesalahan sedikit pun pada tempat mereka bertemu.
Lebah juga memperhitungkan besar sudut antara rongga satu dengan lainnya. Satu rongga dengan rongga dibelakangnya selalu dibangun dengan kemiringan 13 derajat dari bidang datar. Dengan demikian, kedua sisi rongga berada pada posisi miring ke atas yan bisa mencegah agar madu tidak mengalir dan tumpah
3. MENJALIN KOMUNIKASI DENGAN BAIK
Untuk mengisi kantong-kantong dengan madu, lebah harus mengumpulkan cairan manis pada bunga. Ini adalah tugas yang sangat berat, penilitian ilmiah terkini menyeutkan, untuk memproduksi setengah kilogram madu, lebah harus mengunjungi sekitar 4juta kuntum bunga! Bagaimana menemukan bunga di wilayah yang begitu luas dibanding ukuran tubuh mereka??? Bagaimana mereka menemukan jalan kembali tanpa tersesat??? Bagaimana mereka memberi tahu teman-temannya yang lain tentang sumber bunga??? Kalau ditelusuri, kita akan menemukan jawaban yang cukup mencengangkan!!! Ketika seekor lebah menemukan sumber bunga, tugas berikutnya adalah kembali ke sarang dan memberi tahu lebah-lebah lain tentang lokasi lain. Pertama-tama, ia membiarkan lebah-lebah lain untuk mencicipi sedikit sari bunga yang ia bawa. Untuk mengetahui kualitasnya, lalu ia mulai tugas utamanya yaitu menjelaskan arah menuju sumber bunga. Ia melakukan ini dengan cara yang sangat unik, yaitu dengan tarian. Lebah mulai menari ditengah-tengah sarang dengan menggoyangkan badannya. Sulit dipercaya! Tapi gerakan dalam tarian ini memberikan lebah-lebah lain informasi tentang sumber bunga.
Misalnya, jika tarian berupa garis lurus ke arah bagian atas sarang, maka sumber makanan tepat mengarah ke arah matahari. Jika bunga pada sebaliknya, lebah akan membuat garis ke arah tersebut. Jika lebah menari ke arah kanan, maka ini menunjukkan bahwa sumber bunga berada tepat sembilan puluh derajat ke arah kanan.
Tapi, ada satu pertanyaan, lebah menjelaskan arah tersebut berdasarkan posisi matahari, padahal posisi matahari terus berubah. Setiap empat menit matahari bergeser satu derajat ke barat, faktor yang mungkin menurut anggapan orang diabaikan lebah dalam penentuan arah ini. Tapi, pengamatan menunjukkan bahwa lebah-lebah ini juga memperhitungkan pergerakan matahari. Ketika lebah pemandu memberitahu arah lokasi bunga, dalam setiap empat menit sudut yang merekaa beritahukan juga bertambah satu derajat ke barat. Berkat perhitungan yang luar biasa ini para lebah tidak pernah tersesat.
Lebah pemandu tak hanya menunjukkan arah sumber bunga, tetapi juga jarak ketempat tersebut. Lama waktu tarian dan jumlah gerakan memberi petunjuk tentang jarak secara akurat. Mereka membawa perbekalan ktiga diberi untuk menempuh jarak ini.
Perilaku mengagumkan ini telah diuji dalam sebuah penelitian di California. Dalam penelitian itu tiga wadah berisi air gula, diletakkan di tiga tempat yang berbeda. Sesaat kemudian, lebah-lebah pemandu menemukan sumber makanan tersebut. Lebah pemandu yang mendatangi wadah pertama di beri tanda titik. Yang mendatangi wadah kedua ditandai dengan garis,dan yang mendatangi wadah ketiga diberi tanda silang.Beberapa menit kemudian,lebah-lebah dalam sarang tampak mengamati dengan cermat para lebah pemandu ini.
Para ilmuwan lalu memberi tanda titik pada lebah-lebah yang mengamati lebah pemandu bertanda titik, dan demikian halnya, mereka juga memeberi tanda yang sama pada lebah-lebah lain dengan yang ada pada lebah pemandu yang mereka amati. Beberapa menit kemudian, lebah-lebah bertanda titik mendatangi wadah pertama, yang bertanda garis tiba di wadah kedua, dan yang bertanda silang di wadah ketiga. Jadi, terbukti bahwa lebah-lebah dalam sarang menemukan arah berdasarkan informasi yang sebelumnya telah disampaikan oleh lebah-lebah pemandu.
Fakta ini hendaknya direnungkan dengan seksama. Bagaimana seekor serangga mungil dapat berpikir untuk mencari sumber makanan dan kemudian memberitahukannya kepada rekan-rekan sesarangnya. Bahkan jika ia dianggap mampu memikirkannya, bagaimana ia dapat menciptakan tarian untuk memberitahu yang lain tentang lokasi dan jarak sumber makanan. Bagaimana lebah-lebah dalam sarang mampu memahami arti gerakan dan getaran rumit dari lebah-lebah pemandu?
Maha Suci Allah yang telah menciptakan lebah dan menjelaskan dalam firmanNya, “
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, ‘buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Tuhan, bagi orang-orang yang memikirkan”.(Q.S An-Nahl 68-69).
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari lebah. Mengambil yang terbaik, memproduksi yang terbaik, takpernah mengganggu orang lain tapi siap mempertahankan diri kalau di ganggu